Japanophile

Bagi teman teman yang sempet baca bagian “who’s bubbles?”, pasti udah baca kalau gue ini Japanophile. Gue suka banget sama Jepang. Kebudayaannya, bahasanya (walau ga bisa.. ini maksudnya kagum gitu), tempatnya, pemandangannya, literaturnya, gaya hidupnya, teknologinya.. dan yang paling gue gemari adalah.. J-pop culture. Satu satunya sahabat gue disini adalah orang Jepang. (Ini bukannya pilih teman ya, tapi memang secara kebetulan doi-lah yang paling cucok sama gue dan ngobrol nya nyambung, banyak kesamaannya sama gue, dan orangnya sifatnya cukup mirip gue.)

Bagaimanakah asal usulnya sehingga gue menjadi maniak segala sesuatu yang berbau Jepang?

Waktu kecil dulu, seperti banyak anak Indonesia seumur gue di zamannya, gue penggemar komik Jepang. Bahkan gue mengoleksi komik2 tersebut. Candy Candy, Akira, Rose of Versailles (this one’s my absolute favorite), Eroica, Jendela Orpheus, Throbbing Tonight, Detective Conan dan Crayon Sinchan. Kayaknya masih ada beberapa serian lain lagi, tapi gue lupa. Drama seri anak anak favorit gue apalagi kalau bukan Doraemon. Gue masih inget, Doraemon ditayangkan di RCTI setiap hari Minggu pagi… jam 8 ya kalo ga salah? Ini di sekitar 1990an gitu.

Sejak suka baca komik2 tersebut, gue selalu punya ketertarikan sendiri terhadap kebudayaan Jepang. Bagi gue, Jepang itu kok kayaknya keren banget, orang orangnya artistik dan pastinya kece abis (bayangan gue dulu orang Jepang itu pasti mukanya mirip seperti yg di komik).

Bokap Nyokap gue dulu pernah tinggal di Sudanuma, di prefektur Chiba selama 2 tahun. Ini sewaktu gue masih 2 tahun umurnya. Bokap kuliah bahasa di Jepang. Gue nggak ikut, melainkan dititipkan ke Yangti&Yangkung gue. Tapi gue pernah ikut jenguk mereka selama beberapa bulan. Gue dibawa ke Tokyo Disneyland.. ya jelas memori gue belum jelas saat itu, namapun masih priyik gitu. Cuma setelah gue gedean, gue sering dikasih lihat foto2 dari liburan gue ke Jepang tersebut. Sejak kecil aja ortu gue selalu ngomongin tentang masa mereka hidup di Jepang. Nyokap gue sering cerita tentang beliau dulu kerja part time di toko roti, naik sepeda, waktu masih hamil adik gue. Mereka sering bernostalgia tentang masa masa Jepang mereka, they always said they loved it there, and would love to come back someday. Sampai sekarang, nyokap gue masih seorang pengagum budaya Jepang. Nyokap gue selalu bilang kalau etis kerja orang Jepang itu patut dicontoh, dan kebudayaan kolektivis mereka itu ideal. (sejak gue tinggal disini dan mengadopsi beberapa nilai moral kebudayaan barat seperti individualisme, topik ini sering menjadi topik diskusi/argumen di antara kami berdua. Tapi ini cerita lain untuk post di lain waktu. :)).

Lalu, di saat gue SD kelas 3 atau 4 gue lupa, Eyang Putri & Kakung (Kakek& Nenek dalam budaya Jawa) gue menjadi host family dari sebuah program pertukaran pelajar. Anak hostnya adalah orang Jepang, namanya tante Eriko. (harap diingat gue masih priyik jadi harus panggil dia ‘tante’) Gue inget kalo gue dan adik gue kagum banget sama tante Eriko. Orangnya cantik, bajunya anggun anggun, kalau ngomong juga halus sekali, sopan dan bener2 ladylike banget. Ortunya tante Eriko dan Eyang-eyang gue menjadi teman baik di kemudian hari setelah pertukaran pelajar tersebut. Lalu saat tante gue menikah, tante Eriko datang ke semua acara pernikahannya (gue inget totalnya 3 hari.. acara adat, sakramen nikah dan resepsi), dan dia pakai kimono ke semua acara tersebut. Kimononya cantik banget, gue yg dulu belom pernah ngeliat baju adat dari negara lain langsung tersepona.

Pada intinya, I have every reason to be a Japanophile ever since I was a tiny young sprout. And that’s exactly what I turned out to be.

Puncak kemaniakan gue terhadap budaya Jepang tejadi 5 tahun yang lalu, saat gue menemukan boyband Jepang benama… Arashi. Awalnya gue lagi iseng nonton dorama berjudul “Yamada Taro Monogatari”, dibintangi oleh Kazunari Ninomiya dan Sho Sakurai, keduanya anggota dari grup boyband tersebut. Gue kesengsem sama Sho Sakurai, dan langsung gugel infonya. Sejak saat itu gue jadi tahu tentang Arashi. Iseng isenglah gue dengerin beberapa lagu mereka. Cheesy? Sudah pastilah nek, namanya pun boyband. Jangan harapkan kualitas musik yang maknyus. Setelah pencarian yang cukup ekstensif melalui gugel dan situs situs lainnya, gue temukan kalau Arashi ini punya beberapa acara tv yang mereka bintangi. Acara acara ini disebut variety show. Lucu dan sarat info tentang budaya Jepang.

Gue juga jadi sering nonton dorama yang dibintangi para personil Arashi. Yang paling sohor kayaknya “Hana Yori Dango” Β deh. (Meteor Gardennya Jepang). Walau bagi gue, F4 versi Jepang masih kalah ganteng dan macho kalo dibanding sama F4nya Korea ataupun Taiwan. Keknya F4 Jepang agak2 terlalu menye menye, ke cewekan gitu deh. Bandingkanlah dengan Vanness Wu atau Lee Min Ho yang macho gitu. Tapi buat gue, Makino versi Jepang itu nomor satu. San Chai sama Geum Jan Di minggir deh.. hehehe.

Sejak sering nge-dorama, selera gue pun mulai melebar. Lama lama gue nggak cuma nonton dorama yang dibintangi personil Arashi aja. Dari dorama dan film film Jepang gue belajar makin banyak tentang budaya Jepang. Drama Jepang bagi gue pas, nggak terlalu panjang kayak drama Korea (walaupun kalo ada K-drama yg bagus gue nggak keberatan nonton walaupun panjangnya ajubile).

Suami gue Mr. Bubbles, adalah veteran dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Dulu dia ditempatkan di base di Yokosuka, Jepang selama 4 tahun. Mr. Bubbles ini juga Japanophile.. penggemar manga, anime, buku2 literatur Jepang dan kebudayaan Jepang. (malah sempet pacaran sama orang Jepang juga dulu, hihihi) Karena sesama Japanophile juga, inilah salah satu hal yang membuat gue nyambung sama dia.

Yang paling tragis dari nasib gue sebagai Japanophile (#hueeekksss #LEBAYABIS) adalah.. gue belom pernah ke Jepang sebagai orang dewasa! Jadi satu satunya kunjungan gue ke negara impian itu ya waktu gue masih kecil priyiks itu. Sempet transit di Jepang, tapi cuma di bandara aja, nggak kemana mana. Semoga dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, gue sekeluarga bisa mampir untuk liburan. Walau hanya bentar aja, gue pasti seneng banget.

Sebagai Japanophile, salah satu hal utama adalah tentunya kesukaan terhadap makanan Jepang. Makanan Jepang kesukaan gue adalah kareiraisu (rice curry). Kare Jepang ini rasanya bener2 creamy, nggak terlalu penuh rempah rempah.. dan terkadang suka dipakein keju.. bikin rasanya makin mantap abis. Di kota gue ini sayangnya nggak ada satupun restoran Jepang yang menyajikan kare dalam menunya. Sementara di Indonesia aja udah bejibun banget restoran kare Jepang. Hiks. Jadi iri. Biasanya ya gue bikin sendiri aja, beli blok kare nya di toko Asia. Yang kedua dan standar abis adalah sushi. Di Amerika sini sepertinya mereka mengadaptasi konsep sushi, biar lebih cocok sama lidah bule. Ada sushi yang digoreng macam tempura gitu. Maklumlah orang buleleng sini kan demen apa apa yang digoreng dan berminyak πŸ˜€

Gue juga suka banget sama ramen. Tapi, lagi-lagi, sayangnya di kota eike ini nggak ada resto Jepang yang menyajikan ramen. Kabarnya sih dulu ada, tapi restorannya tutup. Mr. Bubbles ini penggemar berat ramen. Sampai dulu kami pernah coba coba bikin ramen sendiri, tapi rasanya yah… gitu deh. Enak sih enak, tapi nggak ada mirip2nya sama yang dia coba di Jepang dulu katanya. Hehehehe. Kunci kesuksesan ramen kan berada di kuahnya. Harus buat kaldu sendiri endeswey endesbre. Jadi, biasanya kalau kami bener2 ngidam kare, kami pergi ke Chicago (sekitar 5 jam nyupir dari sini) dan makan ramen. Serunya, kami akan ke Chicago lagi minggu depan! hihihihi. Sebetulnya tujuannya sih sederhana aja, yaitu mau buat paspor Indonesia untuk Baby Bubbles di Konjen. Tapi sekalian mumpung ke sana, iya kan? Sayang, udah cape2 nyetir dan bayar bensin mahal… mending sekalian mampir makan ramen. Hehehehe.

Begitulah cerita gue dan kemaniakan gue dengan Jepang. Teman teman sendiri gimana, adakah satu hal yang kalian sukai banget? Please do share!

Have a great day, all!

28 thoughts on “Japanophile

  1. walaupun gua gak bisa dibilang japanophile… tapi salah satu negara yang gua pengeeeen banget gua kunjungi itu jepang! keliatannya bagus… dan makanannya pasti enak2! huahahaha…

    duh lu main ke LA gih… deket rumah gua sini ada restoran kare jepang dan ramen dan sushi bar yang enakkkkkkk!!!! semuanya di jalanan rumah gua sini. huahaha. kita juga suka banget makan makanan jepang. kalo weekend ya muter2nya kesitu2 aja tuh… kare jepang, ramen, sushi… πŸ˜€ si andrew juga doyan jadinya…. πŸ™‚

    • Waaakssss iriiiiiiii!!!!
      Emang kalo disana pasti enak banget ya mas Arman, ih cari makan Asia udah gampang, enak pulak… iya mas Arman semoga bisa jalan2 ke LA pengen banget. Buat makanannya, buat liat2 Hollywood sama Malibu.. hihihi.. kalik2 bisa sekalian ketemu seleblog mas Arman dan keluarga πŸ˜€

  2. I MISS YOU BUBBLES! πŸ™‚ BTW, you should come to Seattle. We have awesome sushi places and shabu-shabu place (where I work haha). So I think your Japanophile self will enjoy it very, very much.

    • I MISS YOU TOO STRANGER πŸ˜€ Iyaaa aduh gue mau jalan2 ke sono juga. Coba duit tumbuh di pohon.. I’ll be there already, heheh. I heard cari makanan Asia di Seattle gampang dan makanannya endang2 pula.. you work at shabu2 place? waaaksss awesome! Send some positive vibes my friend.. kali2 eike menang loteri and I swear I will tour the entire Pacific Northwest and West Coast, hehehe.

      • I’ll let you guys occupy our couch.. haha. Live in Capitol Hill now, and it’s like a hipster heaven, bet your FIL will be so jealous. Asian food di Seattle ok lah. It’s better in Vancouver BC, and decent Indo food is non-existent (except at my house muahaha). Tapi Japanese food nya sih ok banget!

      • Bener ya, I so will take you up on your couch offer πŸ˜€ oooo so you live in Hipsterville, huh? Banyak cowok2 bercelana skinnies with their plaid shirt and beard and Warby Parker specs? hahaha. We definitely will go to Seattle for sure (apalagi sekarang udah dapet tawaran akomodasi, hihihhi πŸ˜› )

  3. Dulu gw juga suka banget yang berbau kejepang2an. Ampe nekat les bahasa jepang 3 term. Trus juga ampe otak butek, belajar huruf2 kanjinya..:D
    Etapi setelah menikah dan punya anak, menghilang aja gituu hasrat gw akan jepang, hihihii. Tapi kalo makanan2 jepang masih tetep sukiiiii…. πŸ˜€

    • Hihihi makanannya emang enak2 ya bok.. dulu sebelom nikah juga kemaniakan gue lebih ga terkontrol, hahaha. Abis nikah mau ga mau jadi agak “sopan” dikit, hehehehh.
      Makasih udah mampir sini ya πŸ˜€

  4. whuaaa…aku tau tuh dorama “Yamada Taro Monogatari” πŸ˜€ itu lucu banget..sarat makna pula..kocak bener deh itu sekeluarga! πŸ˜† sama deh, lebih suka dorama daripada k-drama..kalo nonton k-drama pun cari yang episodenya ga terlalu panjang, paling banter 18-25 episode deh, males kalo udah lebih dari 25an :p

    itu kayaknya ke Chicago niatan utamanya emang ngincer ramennya, bikin paspor Indonesia buat baby Bubbles itu tujuan berikutnya :p

    • Toss! Drama Korea sebenernya banyak yg menarik, tapi pas liat jumlah episodenya gue langsung menciut. Waktunya darimana bok :p mana kalo udah kepalang nonton jadi nyandu gitu. hehehe. Iya kaaan Yamada Taro itu lucu banget..

      ketauan deh niatan aslinya.. hahaha.. Payah nih emang, mau makan ramen aja harus nyupir 5 jam dulu πŸ˜€

      • Nyoiiiii…K-drama itu ga beda jauh sama sinetron Indonesia deh di jumlah episodenya..demen banget panjang-panjang x_x padahal beberapa ceritanya bagus, udah males duluan liat jumlah episodenya πŸ˜€ terakhir aku nonton “Protect The Boss” yang cuma 18 episode aja sebulan belum selesai-selesai :p

        Yamada Taro itu lucu bangeeeeeeettt..polos banget deh tuh Taro πŸ˜† minggu depan kayaknya mulai nyari dorama yang lucu-lucu lagi nih.. ada usul? πŸ˜€

      • Kalo yg lucu2an imut kayak Taro, gue ga banyak ide. Tapi kalo yang komikal dan quirky, coba karya2nya Kankuro Kudo, Fit. Kisarazu Cat’s Eye, Tiger & Dragon, dan Unubore Deka. Yang lucu2 bertema coming of age, Stand Up!. Kalo yg model2 drama (tapi bukan kisah romantis gitu ya), coba Ikebukuro West Gate Park, Gokusen. Yg bertema kuliner Jepang, contohnya Haikei Chichiuesama, dan Osen. Dorama2 itu adalah favorit gue, klasik banget, ceritanya bagus dan cukup kreatif. estetikanya juga bagus dan nggak begitu mudah diprediksi jalan ceritanya seperti kebanyakan dorama Jepang pada umumnya. Kecuali Gokusen ya, itu model2 mirip GTO (Great Teacher Onizuka), one honorable teacher changing the ways of a class full of misbehaving students.
        Semoga membantu! Kalo pengen tanya2 soal dorama lagi, feel free to email me ya Fit, talktobubbleshere at gmail dot com

  5. Kalo gue paling suka kartun jepang apalagi doraemon, ninja hatori, kobo chan, chibi maruko chan and more and more and more. Kalo soal budaya sik sukanya ga terlalu gimana banget tapi emang jepang jadi salah satu target liburan gue karena suka sama kerapihan pleus kedisiplinannya πŸ˜€

    • Ah iyaaa Kobo chan! Gue dulu suka banget sama kobo chan. Setuju, kerapihan & kedisiplinan a la Jepang itu bagi gue adalah salah satu charm mereka. Moga2 kita bisa berwisata ke Jepang soon ya bok πŸ˜€

  6. Hahahaha.. Kalo ditanya kenapa suka Jepang, harus copas nyaris selutuh tulisan lo nih.. πŸ˜› abis mirip2 alasannya..

    Sampai sekarang Jepang masih tujuan impian.. Semoga bisa kesana dalam waktu dekat.. Pingin juga sekalian mampir ke KorSel…

    Di swedia, resto Jepang lumayan banyak sih.. Tapi selama ini kayaknya pada cuma jual sushi aja.. Dan seringnya juga bukan orang jepang asli yang jualan.. Tapi kebanyakan orang vietnam gitu deh.. Same with thai food.. Jadi kadang suka ga yakin otentik ato ga rasanya.. >___<

    • Iya, gue juga pengen mampir ke KorSel.. mudah2an bisa kesampeyan sekalian dua duanya, haha. Sama be, di sini jg kebanyakan pemilik resto Jepang bukan orang Jepangnya tapi orang Cina atau Thailand. Menurut pengalaman gue, rasa makanannya ya banyak terpengaruh dari negara asal si pemilik. Ada satu resto Jepang yg dimiliki oleh orang Jepang & resto itu populer abis di kalangan komunitas Jepang sini.Udon nya enak..sushi nya juga enak, tapi mahal aja nek.. ya, asal rasanya otentik sih boleh lah sekali2. Tp biasanya mah makan di yang KW aja.. πŸ˜€

  7. Jepang yah? Tempat wisata idaman banget deh….! Aku gak terlalu ikutin dorama, kadang-kadang beruntung aja klo si hubby bawain film Jepang adaptasi komik hehehe…Aku penasaran ama kuliner Jepang! Udah umur segini belum pernah nyobain! Kenapa? Karena gak ada restoran Jepang di kotaku! Sedih banget T_T
    Makanya punya cita-cita terpendam bikin resto Jepang disini hohoho….

    • Hehehe, iya. Japanophile=maniak Jepang. Francophile=maniak budaya Perancis. Kayaknya kalo ditambah phile-phile an jadi artinya berubah gitu mas. Ah, Laruku ya.. gue ngga gitu ngeh sama pemusik2 rock Jepang. Abis ga suka rock sih.

      Makasih udah mampir ya Mas πŸ™‚

  8. samaa! Dari kecil klo ditanya negara favorit pasti Jepang, ya gara2 komik2 itu, tapi ironisnya sampe hari ini blom kesampean gw menginjakkan kaki disana, padaal mm pp dd2 gw smuanya udahh kesana huhuhu! padaal mereka ga nge fan ama jepang lho.

    Aduh jadi inget tuh komik Throbbing Tonight, baguss. Tapi komik favorit gw adalah: Topeng Kaca, beuh sampe skarang masi nunggu seri berikutnya, blon tamat bok! sampe malu gw umur sgini kadang ngintip2 bagian komik sapatau TopengKaca Bidadari Merah no 9 ataw 10 itu akhirnya terbit.

    Kalo TV ingetnya yang kembar itu, Mikage dan sapa lupa, nama komiknya Karin dan Katty, trus Teko Ajaib yang pangeran Dan Dan dan putri Syalala. Kayanya diputer abis doraemon ya..

    Aku jugaaa demen ramen, sayang di semarang ramennya juga kurang klo dibandingin Jkt.

    • Ya ampyuuunn.. gue jadi teringat ama Topeng Kaca! Gue juga suka banget lho ama Topeng Kaca dulu. Masih terbit toh sekarang? wah mantap bener.. berarti pembacanya masih banyak tuh. Oemji si teko ajaib.. ya ampyun, bener gue jadi keingetan. πŸ˜€
      Ya, seenggaknya ada ramen kan teph,di semarang. Walau ga seenak Jkt.. lha disini gue sama sekali ga ada tuh. Kalo lagi ngidam ya… terpaksa makan ramen instan, hahahaha. kasian bener ga sih.

      Makasih udah mampir ya πŸ™‚

  9. Aiih si Bubbles, baru aja gue merengek-rengek ke suami pengen banget liat Jepang. Sampe brosing2 harga tiketnya segala macam yang punya pohon duit aja.

    Dulu gue pernah hampir lolos seleksi beasiswa monbusho. Inget…hampir, bukan berhasil lolos. Gara2 itu jadi agak2 obses pengen ke Jepang tapi ternyata malah sekolahke Eropa, benua yang gak pernah masuk daftar impian gue (gue jepang minded dan amrik minded waktu itu)

    Setelah ngerasain tinggal di Eropa gue jatuh cinta berat rat rat sama suasananya yang santai, cuek dan terutama work-life balance yang terjaga banget, jadinya malah bersyukur gak jadi ke Jepang. Males bayangin tinggal di apartemen yang kuecil-kuecil kaya kotak kue. Baca kisah2 orang yg kerja dan belajar di Jepang gue sampe merinding2. Etos kerja mereka sesuatu yang gue kagumi tapi gak pengen gue tiru.

    Tapi tetap banyak yang gue kagumi dari negara satu ini memang. Teknologinya, tradisinya, makanannya, disiplinnya, dllnya. Pengen rasanya bisa ke sana dan melihat langsung dengan mata sendiri, kalo bisa malah pengen ngerasain tinggal di sana…gak lama2 tapinya…temporer aja. Kalo untuk long term gue masih cinta tinggal di eropah.

    • Rik, salut sama dikau bok! hampir lulus seleksi Monbusho is a big deal.. kan susah tuh. Lha dulu eike nyoba ikut tes pertamanya aja kagak lulus. Iya mereka emang workaholic banget, gue suka kasian kalo baca istri2 yg bercerita kalo suaminya kerja sampe larut malam, setiap hari. Tempat tinggalnya juga kecil banget, betul.. I like the USA for that very same reason as you, dan juga lega nya space disini. Gue juga pengen rasain tinggal bentar, ya barang setaun dua taun bolehlah.. rasanya gue kalo cuma liburan bentar disana kurang puas, hahaha. Banyak maunya bener dah gue.

      Bok, kalo long term gue ama suami pengen tinggal di ostrali atau new zealand, haha.

  10. Halo mbak bubble salam kenal,

    Lagi blogwalking dan jadi excited karena mbaknya penggemar Arashi… πŸ™‚
    Saya mulai suka Jepang sejak baca komik doraemon waktu TK… kenal Arashi waktu SMA, awalnya lebih suka sama News sih. Tapi semakin berumur kok Arashi members semakin ganteng (terutama Ninomiya.. di Yamada Taro cupu tapi di drama2 lain & variety shownya jadi okeee). Aduh maaf penyakit fangirlnya keluar…

    Btw, sebagai produk dari ortu yg japanophile, I wonder if Baby Bubble will inherit that traits… πŸ˜‰

    • Addduh sesama penggemar Ninomiya. Yay toss dulu dong πŸ˜€
      I hope Baby Bubbles will be a Japanophile too. tapi kalau enggak juga.. ya nggak apa apa. hehe. Dari dulu nggak begitu suka sama News sih, biasa2 aja gitu. Terlalu banyak gaya menurut gue, kalo Arashi itu lebih simple and straightforward, more my style. πŸ˜€

      Makasih udah mampir sini ya Tan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s