Terkadang..

(warning : a very emo post. If you don’t feel like emo today, skip ahead).

Gue mikir.. kalo jadi istri orang di negara asing itu nggak nyamannya banyak ya.

Kalo berantem sama suami, kalo berantem sama tetangga, kalo ada stress inilah, itulah.. nggak bisa gampang aja nyetir pulang ke rumah ortu untuk mendinginkan pikiran.

“Pulang ke rumah” itu artinya bayar tiket yang mahal, perjalanan jauh.

Gue ini orangnya termasuk jarang homesick.. tapi terkadang, kalo lagi banyak stress, rasanya pengen drop everything, pack my bags dan pulang ke rumah. Ke Indonesia.

Asalnya kami ada rencana pulang tahun depan.. tapi belakangan ini kami berubah rencana jangka panjang (berkaitan dengan rumah). Jadi kayaknya.. kami nggak bisa mudik tahun depan.

Sedihhhhhhh. Tahun 2014 kali baru pulang. Berarti udah 10 tahun sejak gue nggak pulang. Satu dekade.

Gue sering mikir, Jakarta sekarang kayak apa ya? Kalo orang ngomongin “Pacific Place” lah, atau nama mal apalah yang dulu belom ada saat gue disana.. gue ngerasa, wah.. Indonesia udah berubah banyak.

My country’s changing without me in it. Life goes on. And somehow it feels a little sad.

Sering gue mikir, sebenarnya setiap kali gue bilang “rumah”, rumah itu yang mana sih? Rumah itu di mana sih? Apakah rumah gue disini? I spent most of my adulthood here. Tapi setiap kali gue berpikir seperti itu, my heart won’t agree to it.

Home is in Indonesia. It was, it is. It has been.

And it will always be.

no matter how many years I’ve been away.

10 thoughts on “Terkadang..

  1. Duh….aku jadi ikutan sedih bacanya T_T

    Sini aku peluuuuuk… *muterin ‘Home’-nya Michael Buble*

    Mdh2an bisa segera pulang seperti keinginannya ya Wu…

  2. Kalo berantem sama suami, kalo berantem sama tetangga, kalo ada stress inilah, itulah.. nggak bisa gampang aja nyetir pulang ke rumah ortu untuk mendinginkan pikiran.

    β€œPulang ke rumah” itu artinya bayar tiket yang mahal, perjalanan jauh.

    Kata Bayu, this is the thing that will keep us together. Ga dengan gampang ngadu ke orang lain. Ga merasa jawaban untuk masalah kita adalah “di luar rumah”. Makin kesini gue makin nyadar itu benar. Kadang banyak masalah karena terlalu banyaknya shortcut buat masalah itu sendiri (kabur ke rumah ortu salah satunya).

    • It’s true, Rif.. Bayu’s words make a lot of sense. Tinggal di LN bikin lebih kuat. Mau gak mau harus dihadapi. walaupun kadang empet luar biasa πŸ˜€ Maybe that’s why divorce rates are so high round these parts.. people leave home when there’s problem. Thanks for the words for thought, Rif πŸ™‚ (and Bayu)

  3. Huaaaaaaaaah… gw pernah ngerasain hal yang sama.. Agak bingung dengan sebutan rumah.. Setiap kali lagi labil, selalu bilang ke suami “I want to go home”, dan doi cuma jawab.. “home kemana? you are home” dezzziik.. iya juga sih.. tapi.. tapi… 😦

    Btw, 10 tahun ga pulang? O_O hebaaaaaat.. sungguh asli hebat banget.. and it’s true yah, kadang kalo denger temen2 di Indo sibuk cerita tentang ini itu, suka ngerasa out of place.. ga mudeng aja mereka ngomongin apaan.. T___T

    • Ya, perasaan out of place itu bener2 berasa banget. Jgnkan sama temen.. waktu nyokap dan adik gue kesini aja gue sempet ngerasa out of place, setiap kali mereka ngomongin sesuatu dan gue ga mudeng itu apa, jd mrk harus jelasin ke gue dulu.

      Tahun 2014 ini akan genap 1 dekade gue ga pulang be, hehe. Spt yg gue tulis, asalnya taun depan rencana pulang, tp sptnya rencana itu hrs dimundurkan lagi berhubung ada perubahan besar dalam rencana jangka panjang keluarga.

      Suami gue slalu bilang “home is where you make it to be”. Which is of course, like most of those life philosophies.. always easier said than done. πŸ™‚

  4. Waduh mbak, postingannya dalemmm…banget… Sama dengan saya, kalau sedang butuh waktu untuk diri sendiri pasti kepikir pengen pergi aja buat menenangkan diri…tapi nggak tahu harus kemana? Sempet kepikir buat tinggal di hotel buat sekalian memanjakan diri tapi mahal yak…hehe πŸ˜€ Buat saya, home is where my heart is…. Yang jelas Indonesia akan selalu di hati sampai kapanpun. BTW, 10 tahun ????…. lama banget ya mbak….salut karena bisa kuat. Salam kenal πŸ™‚

    • Betul.. home is where the heart is. Buat gue juga gitu. Sampe sekarang hatinya masih di Indo #eeaaa #apasihhh πŸ˜€ Alamak, tinggal di hotel mahal jeng, hehehe. Kalo berkeluarga di rantau ya itulah, susah seneng dihadapi bersama, literally. Kalo lagi susah ga bisa kemana mana, jadi mau ga mau harus dihadapin. Tapi ngimpi pengen pulang ke Indo sih lanjut terusss.. πŸ˜€

      Salam kenal juga Felicity, makasih udah mampir!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s