Kemanakah gue menghilang?

Haloooo teman teman internet.. (serasa ada yg baca aja :D)

Udah lama nih gak posting. Gue mengambil hiatus sementara dari blogging dan internet dan secara umum penggunaan elektronik. Main internetnya dibatasin, lebih banyak baca buku, ga terlalu sering utak atik telpon genggam juga, mengurangi nonton tv (yang ini harus gue akui kurang berhasil :D). Lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Gue merasa stress beberapa waktu lalu dan gue berpikir, apakah ada yg bisa diganti dari gaya hidup gue? Gue ini orangnya cenderung mudah terkena stress, ini salah satu kekurangan gue dan makin tambah umur kayaknya semakin akut. 

Gue baca2 beberapa artikel mengenai gaya hidup dan gue putuskan, baiklah.. gimana kalau mulai mengurangi peran penggunaan elektronik dari gaya hidup gue? Tanpa kita sadari, setiap hari kita menggunakan peralatan elektronik dan tanpa kita sadari, kita habiskan berjam jam dari keseharian kita dengan hal tersebut.

Apakah itu hal yang jelek? Menurut gue sih tidak. Jelek-baiknya sesuatu itu sangatlah obyektif kalau menurut gue. Tergantung yang ditanya siapa dan bagaimana gaya hidupnya. Apakah profesinya, apakah statusnya, dsb. Gue disini bukan mau menghakimi gaya hidup orang lain. If it works for you, hey, it works, right? If it doesn’t work for me, then I guess I’ve gotta find something to change about it so that it works.

Kembali lagi ke cerita gue, bahwa gue stress. Lalu gue coba mengurangi waktu penggunaan elektronik. Sebagai gantinya gue pergi ke perpustakaan umum dekat rumah dan menjadi anggota disana. Gue mulai sering pinjam buku (buat gue dan buat anak gue juga). Salah satu hobi gue sejak kecil adalah baca buku, tapi udah sekitar 2 tahun terakhir gue kurang baca buku dan gue agak2 malu dengan hal tersebut. Dulu waktu anak baru lahir sih bisa pakai alasan, “Punya bayi baru lahir, repot, ngga ada waktu buat baca. Boro boro baca, mau pipis aja harus sambil bawa anak.”

Nah sekarang anaknya hampir 3 tahun, kalau pake alasan itu rasanya ngga afdol, hahaha. Anak gue sudah mulai bisa main sendiri, menghibur diri sendiri. Gue sering baca parenting blogs dan seringkali baca kutipan ini, “You’ll create children readers by being a reader yourself.”

Gue pengen banget anak gue suka baca buku seperti gue dan bapaknya. Kami berdua waktu kecil sama-sama kutu buku. Gue inget dulu kalau dikasih uang jajan ekstra pasti belinya buku. Jaman dulu gue suka komiknya Ryoko Ikeda, “Rose of Versailles”, terus seri detektif Jerman “STOP” dan karya karyanya Enid Blyton. Oh, juga komik komik Eropa dari Belgia (kebanyakan keluarannya Dupuis). Seperti “Isabella”, “Smurf”, dan yang paling sohor ya tentunya “Tintin” ya. Masih pada inget nggak?

Kalau sekarang ini gue banyak dapat referensi bacaan gue dari Goodreads. Ada teman2 yg punya akun di Goodreads juga? Kasih tahu gue dong user name nya, gue pengen add 😀 Mau tukeran rekomendasi buku. Belakangan ini gue tertarik baca buku2 dengan topik seputar kehidupan di Korea Utara.

Hal lain yang gue giatkan lagi selain membaca adalah melakukan kegiatan outdoor. Ya jujur aja kegiatan “outdoor” ini sih secara realistisnya artinya gue jalan jalan ke taman dekat rumah dan main di playground sama anak. Tapi belakangan ini gue sering ketemu sesama emak emak dan nambah kenalan baru. Kita juga sering ke taman taman lain, untuk coba playgroundnya. 

Tingkat kestressan gue berkurang sedikit sejak gue mengurangi banyaknya penggunaan elektronik. Walaupun gue masih merasa belum optimal, karena masih banyak lagi yg pingin gue rutini lagi, seperti olahraga misalnya. Tahun ini gue dan suami berniat mulai lari/jogging dan kami bertarget untuk setidaknya lari di satu maraton tahun ini. Ya karena ini udah bulan Maret dan kami belum mulai training, jadi mungkin golnya ikutan maraton di musim gugur/hampir akhir tahun kali ya. Hehehe.

Tahun ini kami juga memulai suatu tradisi baru bersama temen2 terdekat, tradisi ini kami sebut “dinner club”. Tiap bulan kita kumpul2 di rumah salah seorang teman, bergiliran tiap bulan. Yang punya rumah memutuskan tema makanan untuk dinnernya. Acaranya potluck. Berhubung dibanding kemaren kemaren dimana kami jarang ketemu satu sama lain karena semuanya pada banyak acara (acara apa juga padahal ga jelas :D), dengan adanya dinner club ini bisa dipastikan semuanya bertemu setidaknya sebulan sekali.

Baiklah.. sekian dulu update dari gue. Malam ini kami akan pergi ke dinner club lagi, temanya pizza night. Kami ditugaskan bawa topping daging. Siang tadi kami mampir ke Italian market dekat rumah dan beli pepperoni, salsiccia sausage, dan prosciutto.

Have a great weekend ya teman teman.. dan bagi para penggemar The Hunger Games.. 6 more days and the wait is over!! 😀

 

 

3 thoughts on “Kemanakah gue menghilang?

  1. menarik idenya.
    gue juga dulu suka banget Enid Blyton yang Malory Towers! hihi

    memang dengan merajalelanya internet, rasanya interaksi kita di dunia maya lebih banyak dibanding dunia nyata ya?

    bahkan buku aja sekarang ada e-book. tapi biar begitu sensasinya tetap beda menurut gw.

    foto2 donk potluck partynya.. kedengerannya seru!

    btw, nice to have you back 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s